Fig 7.100
4-bit
synchronous up/down binary counter adalah sebuah rangkaian pencacah digital
yang mampu menghitung secara naik (up) maupun turun (down) dalam sistem
bilangan biner. Disebut 4-bit karena rangkaian ini memiliki empat output bit,
yaitu Q0 hingga Q3, yang secara keseluruhan dapat merepresentasikan nilai biner
dari 0 hingga 15 (atau 2⁴ = 16 kemungkinan nilai). Istilah
"synchronous" menunjukkan bahwa seluruh flip-flop di dalam rangkaian
bekerja secara serempak atau bersamaan, karena dikendalikan oleh sinyal clock
yang sama. Hal ini memungkinkan perubahan nilai output terjadi secara simultan
pada setiap pulsa clock, tidak bergiliran seperti pada counter asynchronous.
Fungsi up/down memungkinkan counter ini menghitung ke atas atau ke bawah
berdasarkan logika pada pin kontrol arah, yaitu D̅/U. Jika pin D̅/U bernilai
logika tinggi (1), maka counter akan menghitung naik, sedangkan jika bernilai
logika rendah (0), maka counter akan menghitung turun. Karena menggunakan
sistem bilangan biner, setiap perubahan nilai output ditampilkan dalam bentuk
kombinasi bit-bit biner, seperti 0000, 0001, 0010, dan seterusnya. Counter
jenis ini banyak digunakan dalam aplikasi digital untuk keperluan penghitung
mundur, penghitung waktu, pembagi frekuensi, dan sebagainya
·
Memahami
prinsip kerja 4-bit synchronous up/down binary counter
·
Mampu
merancang dan menganalisis rangkaian 4-bit synchronous up/down binary
counter
1.
IC
IC
adalah komponen elektronik yang terdiri dari rangkaian mikro di dalam satu chip
kecil. Dalam konteks pencacah digital, IC seperti 74HC191 atau 74HC190
digunakan untuk menjalankan fungsi hitung naik/turun secara otomatis
berdasarkan input clock dan kontrol lainnya.
2.
Switch dan dipswitch
Switch
adalah sakelar manual yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus
listrik. DIP switch (Dual Inline Package switch) adalah kumpulan switch kecil
dalam satu baris, biasa digunakan untuk memberikan input logika 1 atau 0 ke IC
secara mudah dan teratur.
3.
Logicstate dan sakelar
LogicState
adalah alat virtual pada simulator seperti Proteus untuk memberi logika HIGH
(1) atau LOW (0) ke rangkaian digital. Sakelar fisik atau virtual digunakan
untuk mengubah keadaan logika tersebut, sehingga dapat digunakan sebagai input
manual pada rangkaian digital.
4.
Ground
Ground
adalah titik referensi tegangan dalam rangkaian elektronik. Semua tegangan
dalam sistem diukur relatif terhadap ground, dan biasanya berfungsi sebagai
jalur arus balik menuju sumber daya.
Sebuah
counter (pencacah) merupakan salah satu rangkaian logika sekuensial yang sangat
penting dalam sistem digital. Counter digunakan untuk menghitung pulsa-pulsa
clock yang masuk ke dalam sistem, dan hasilnya akan ditampilkan dalam bentuk
keluaran digital. Berdasarkan jenisnya, counter dapat dibedakan menjadi
beberapa kategori, salah satunya adalah synchronous counter, yang
merupakan counter di mana semua flip-flop di dalamnya dipicu secara serempak
(synchronously) oleh sinyal clock yang sama.
4-bit
synchronous up/down binary counter adalah
salah satu bentuk counter yang paling umum digunakan. Rangkaian ini terdiri
dari empat flip-flop (biasanya JK atau D flip-flop) yang tersinkronisasi dengan
sinyal clock bersama. Karena terdiri dari empat bit, maka counter ini dapat
menghitung dari angka biner 0000 (desimal 0) sampai 1111 (desimal 15). Total
jumlah hitungan yang dapat dihasilkan adalah 2⁴ = 16 buah kombinasi. Setiap bit
merepresentasikan nilai biner sesuai dengan posisi bit-nya (bit terkecil adalah
Q0, bit tertinggi adalah Q3).
Yang
membuat counter ini lebih fleksibel adalah fitur up/down, di mana
pengguna dapat mengatur arah pencacahan, baik naik (increment) maupun turun
(decrement). Arah ini biasanya dikontrol oleh sebuah pin masukan yang bernama
D̅/U (Down/Up). Apabila pin D̅/U diberi logika 1, maka counter akan menghitung
naik (0, 1, 2, 3, ..., 15). Sebaliknya, jika diberi logika 0, maka counter akan
menghitung turun (15, 14, 13, ..., 0). Perubahan nilai output terjadi pada
setiap tepi sinyal clock, biasanya tepi naik (rising edge), tergantung
karakteristik IC yang digunakan.
Dalam
praktiknya, salah satu IC yang populer digunakan untuk membangun counter jenis
ini adalah 74HC191, yang merupakan 4-bit synchronous up/down binary
counter. IC ini memiliki beberapa pin penting seperti:
- CLK
(Clock):
untuk menerima pulsa clock.
- D̅/U
(Down/Up):
menentukan arah pencacahan.
- E
(Enable):
mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi pencacahan.
- PL
(Parallel Load):
digunakan untuk memasukkan nilai tertentu langsung ke dalam counter.
- TC
(Terminal Count) dan RCO
(Ripple Carry Out): memberikan sinyal keluar saat hitungan mencapai
batas atas atau bawah.
Fungsi
PL sangat penting apabila counter ingin memulai hitungan dari nilai tertentu
selain nol. Ketika sinyal PL diaktifkan (LOW untuk IC 74HC191), nilai dari
input D0–D3 akan dimuat ke dalam output Q0–Q3 secara langsung. Setelah itu,
jika PL kembali nonaktif (HIGH), pencacahan dapat dilanjutkan sesuai arah dan
sinyal clock.
Dalam
simulasi menggunakan perangkat lunak seperti Proteus, counter ini
dapat dikombinasikan dengan sakelar, tombol logika, atau DIP switch sebagai
input untuk nilai awal atau arah pencacahan. Output dari counter dapat
dihubungkan ke LED, 7-segment, atau display digital lainnya untuk
memvisualisasikan hasil pencacahan.
Secara
umum, counter ini banyak diaplikasikan dalam:
- Sistem
penghitung digital.
- Timer.
- Pengontrol
urutan (sequence controller).
- Pengatur
waktu dalam sistem mikroprosesor.
- Frekuensi divider dalam sistem komunikasi digital.
EXAMPLE
Example
1:
74HC191
diatur Up Counting, LOAD=1, CTEN=0, D/U=1:
- Input
data: D=1, C=0, B=1, A=0 = 1010 (10)
- Ketika
LOAD menjadi 0 (aktif), counter memuat nilai 10.
- Setelah
itu, setiap pulsa CLK akan menaikkan nilai 1.
Example
2:
74HC190
diatur Down Counting, LOAD=0:
- Input
data: 0000 (0)
- Saat LOAD dilepas (LOAD=1) dan clock aktif, counter mulai menghitung mundur dari 0 (wrap-around ke 9 dalam mode BCD).
PROBLEM
Problem
1: Up Counter Mode
Diketahui:
- IC
= 74HC191
- A=0,
B=1, C=1, D=0 (nilai awal 6)
- D/U=1
(Up)
- LOAD=0
(aktif)
- Setelah
4 pulsa clock, berapa nilai output QA–QD?
Jawaban:
- Nilai
awal: 6
- Hitungan:
6 + 4 = 10
- Output:
QA–QD = 1010
Problem
2: Down Counter dengan CTEN aktif
Diketahui:
- IC
= 74HC190
- A–D
= 0001 (1)
- D/U=0
(Down)
- LOAD
dilepas (1), CTEN=1
Pertanyaan:
Apakah counter akan menghitung mundur ketika CLK diberikan?
Jawaban:
Tidak, karena CTEN=1 (Count Disabled).
PILIHAN
GANDA
Soal
1
Pada
IC 74HC191, jika LOAD = 0 dan input A–D adalah 0101, maka:
A. Counter berhenti menghitung
B. Counter memuat nilai 5
C. Counter akan reset
D. Counter memuat nilai 10
Jawaban: B
Soal
2
Pin
D/U pada 74HC191 digunakan untuk:
A. Menentukan arah hitung naik/turun
B. Mengaktifkan clock
C. Menentukan mode LOAD
D. Menentukan prescaler
Jawaban
; A
prosedur
Prosedur
merangkainya adalah mulai dengan menghubungkan semua pin Vcc dan GND pada IC
74HC191 dan 74HC190, lalu sambungkan sumber clock ke pin CLK, atur input D0–D3
sebagai nilai awal (preset), hubungkan pin PL untuk mengaktifkan parallel load
saat ingin memasukkan nilai awal, sambungkan pin D/U ke saklar atau logika
untuk menentukan arah hitung (naik atau turun), gunakan gerbang NOT jika
diperlukan untuk membalik sinyal kontrol agar sesuai, kemudian hubungkan output
Q0–Q3 ke LED sebagai indikator hasil hitungan, dan jika ingin memperluas
rangkaian hubungkan pin TC atau RCO ke bagian lain sebagai sinyal kaskade.
Rangkaian counter
sinkron naik–turun 4-bit
[Klik untuk download proteus Fig 7.100]
[Klik untuk download IC 74HC190 Datasheet]
[Klik untuk download IC 74HC191 Datasheet]
Comments
Post a Comment